Kehidupan tanpa perbedaan sepertinya akan terasa hampa dan menjenuhkan, semua akan terlihat sama dan membosankan. Setidaknya itulah salah satu prinsip orang yang sangat menghargai adanya perbedaan, entah itu masalah warna kulit, agama, suku, pemikiran, atau apapun. Bahkan di jaman yang serba teknologi ini hal-hal seperti itu telah merambah ke salah satu bagian penting dari teknologi itu sendiri, yaitu sistem operasi komputer.
Di dunia saat ini terdapat banyak jenis dari sistem operasi komputer. Sistem Operasi secara garis besar di dunia ini ada 3:
Keluarga Microsoft Windows - yang antara lain terdiri dari Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows 7 (Seven) yang akan dirilis pada tahun 2009, dan Windows Orient yang akan dirilis pada tahun 2014)).
Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.
Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.4 (Tiger). Awal tahun 2007 diluncurkan versi 10.5 (Leopard).
Sedangkan komputer Mainframe, dan Super komputer menggunakan banyak sekali sistem operasi yang berbeda-beda, umumnya merupakan turunan dari sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh vendor seperti IBM AIX, HP/UX, dll.
Keberagaman OS seperti ini ternyata menimbulkan fanatisme sendiri terhadap masing2 penggunanya. Namun banyak juga yang ahli dalam multiple OS. OS yang paling banyak digunakan di dunia saat ini adalah Windows, sehingga tak heran jika para pengguna komputer desktop maupun portabel sangat akrab dengan cara2 penggunaan, tampilan dan pengoperasian OS tersebut. Bahkan para Linux-er pun hampir semua-muanya tahu pasti tentang bagaimana Windows itu sampai sedetail2nya.. (Setidaknya itu yang terjadi di lingkungan saya di kampus)
Yang akhir2 ini menjadi ‘perdebatan’ di kalangan OS-er adalah mengenai Open Source Operating System. Dimana kita ketahui bahwa yang namanya Windows itu sudah terkesan ‘mahal’ bagi para pengguna open source. Memang sih, harga OS dari Microsoft kalau yang asli sangat mahal. Terutama di negara kita yang daya beli masyarakat menengah ke bawahnya masih rendah (termasuk saya.. :D). Sehingga tawaran untuk penggunaan OS open source pun menjadi sesuatu yang menarik. Karena open source itu biasanya gratis, dan bisa menjadi pengganti OS yang mahal (meskipun saya terlanjur pakai Windows Vista asli).
Namun semua itu kembali ke masalah fanatisme, bagi para fanatik open source, mereka akan selalu setia sampai akhir hayat :p. Contoh2 fanatisme itu bisa dilihat dari forum2 yang membahas software ataupun OS, dimana ejek mengejek itu menjadi hal yang biasa. Misalnya Microsoft Windows itu sering disebut sebagai ‘machine killer’ karena sering berjalan lambat dan terkesan memaksa kemampuan hardware. Tak jarang nama Microsoft sendiri sering diplesetkan menjadi Microsh*t karena terlalu banyak bug didalamnya.
Namun bukan berarti Microsoft tak punya orang2 yang fanatik terhadapnya.
Lain halnya dengan Mac OS meskipun tidak gratis juga, tapi tidak terlalu ‘dibenci’ karena OS ini terbilang ‘konsekuen’. Konsekuen karena performa dan tampilan yang menarik, terkesan elegan dan bergengsi, dengan sedikit report terhadap bug yang ditemukan. Performa yang bagus disebabkan karena Apple biasanya menjual perangkat komputernya (baik notebook maupun komputer desktop) dengan spesifikasi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan OS. Sehingga harga notebook Apple pun dibandrol dengan harga yang cukup mahal, tapi harga yang mahal ini terbayar dengan kualitas yang diberikan.
Dan akhirnya untuk memilih OS mana yang sebaiknya kita pakai, sebaiknya memilih dengan bijak, tergantung kebutuhan dan budget. Jangan takut tidak bisa menggunakan, karena semua itu bisa dipelajari. Syukur2 bisa membuat OS sendiri :D. Kalo bisa buat OS sendiri kmudian terkenal kan lumayan…hehee
Sumber : http://ultimateffect.com/2009/02/fanatisme-sistem-operasi/