Varian Baru Virus Conficker Memeras Pakai Antivirus


Rabu, 22 April 2009 | 15:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus conficker yang mewabah saat ini dan menyerang jutaan komputer di dunia dalam waktu singkat muncul dengan versi baru yang semakin nakal. Tidak hanya menyerang, namun memeras korban dengan menawarkan antivirus namun meminta bayaran mahal.



Pola penyerangan disertai pemerasan dilakukan varian baru virus Conficker.c seperti dilansir Kaspersky Lab. Virus yang dideteksi Kaspersky sebagai Trojan-Downloader.Win32.Kido ini saling melakukan kontak melalui P2P dan memerintahkan mesin-mesin yang terinfeksi untuk mengunduh file-file jahat termasuk mengaktifkan Kido botnet.

Kaspersky memantau aktivitas yang sangat aktif dari virus tersebut sepanjang malam tanggal 8 hingga 9 April lalu. Varian terbaru Kido berubah secara signifikan dari varian-varian sebelumnya meski analisis awal bahwa varian tersebut hanya menyerang sampai 3 Mei 2009.

Selain melakukan update, varian baru virus itu juga mengunduh dua file baru untuk menginfeksi mesin-mesin. Salah satunya adalah aplikasi antivirus jahat (yang terdeteksi sebagai FraudTool.Win32.SpywareProtect2009.s). Program ini disebarluaskan dari sebuah situs yang berlokasi di Ukraina. Ketika dijalankan, program ini menawarkan untuk menghapus "detected viruses" dengan biaya 49,95 dollar AS.

File kedua yang diunduh virus untuk menginfeksi sistem adalah Email-Worm.Win32.Iksmas.atz. Email worm ini dikenal sebagai Waledac, dan dapat mencuri data serta mengirimkan sampah. Ketika program jahat ini pertama kali terdeteksi pada Januari 2009, banyak ahli Teknologi Informasi mencatat kesamaan antara Kido dan Iksmas. Epidemi Kido serupa dengan skala epidemic email yang disebabkan oleh Iksmas.

"Selama lebih dari 12 jam, Iksmas terkoneksi dengan pusat kendalinya di seluruh dunia yang beberapa kali menerima perintah untuk mengirimkan email sampah. Dalam masa hanya 12 jam, satu bot mengirimkan lebih dari 42,298 email sampah," komentar Aleks Gostex, Kepala Tim Riset dan Analisa Global, Kaspersky Lab untuk situasi ini.

Ia mengatakan, secara virtual, setiap email berisi domain unik. Hal ini dengan jelas dilakukan untuk mencegah filter anti-spam dari pendeteksian email masal yang menggunakan metode analisa berkala dengan domain khusus. "Secara keseluruhan, kami mendeteksi penggunaan 40,542 domain tingkat ketiga dan 33 domain tingkat kedua. Secara virtual, seluruh situs ini berlokasi di China dan teregistrasi atas nama berbagai orang, yang kebanyakan dibuat-buat," ujarnya.

Kalkulasi sederhana menunjukkan bahwa satu Iksmas bot mengirim sebanyak 80,000 email dalam waktu 24 jam. Dengan asumsi terdapat 5 juta mesin yang terinfeksi, berarti botnet dapat mengirim sekitar 400 miliar pesan sampah dalam jangka waktu 24 jam.

Untungnya Kaspersky lab telah mendeteksi varian baru virus tersebut. Pengguna antivirus Kaspersky yang telah melakukan update terbaru tidak perlu khawatir komputernya terinfeksi.

Share:

UnInstall DeepFreeze v.6 yang dipassword !

DeepFreeze memang suatu aplikasi yang cukup Oke! dan sangat membantu terutama bagi para Pengelola lab atau warnet. Dengan-nya kita kita cukup tenang karena walaupun system diotak-atik nantinya akan balik seperti keadaan semula cukup dengan hanya di restart. :) Akan tetapi bagaimana jadinya jika kita lupa Password-nya?? Jadilah senjata makan tuan donk!!!.


Bagi yang pake DeepFreeze v.5 sih kayaknya kurang begitu masalah, karena sudah tersedia software untuk mendisable-nya (tinggal cari aja di i-net Deep UnFreeze), namun untuk DeepFreeze v.6 sampai saat masih susah untuk mendapatkan antinya. Tapi jangan bersedih hati dulu, karena ternyata masih bisa untuk di disable bahkan di uninstall. Ini saya dapat dari pengalaman sendiri yang secara tidak sengaja saya merepair kompi lab yang rusak systemnya, dan tentunya DeepFreeze v.6 yg saya pasang belum di disable.

Untuk lebih jelas, langkah2-nya adalah sebagai berikut:

1. Siapkan CDROM dan CD Installer Windos XP nya

2. Atur First Boot priority nya menjadi CD-ROM

3. Restart Kompi dan pilih boot from CD-ROM

4. Ikuti langkah2 seperti pada saat install Windos

5. Sampai pada bagian Enter to Setup … Enterlah lalu tekan F8 untuk persetujuan dan tunggu beberapa saat

6. Lalu tekan R untuk repair (Repair Setup)

7. Selanjutnya ikuti langkah2 install windos berikutnya sampe selese.

8. Sekarang siapkan DeepFreeze v.6 nya dan double klik

9. Maka akan muncul jendela unInstall DeepFreeze dan lakukan proses uninstall sampai selese

10. Sekarang masalah sudah kelar…

Tinggal pilih mo di install DeepFreeze lagi ato tidak? Kalo mo diinstall lagi, pastikan dulu kita tahu passwordnya OK!

Sekarang lupa password DeepFreeze V.6, ga perlu install ulang deh… :)

NB: saya tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan artikel ini, saya bermaksud untuk berbagi aja karena saya lihat banyak yang mengalami masalah seperti ini dan bingung cara menghadapinya, akhirnya mereka install ulang deh kompinya… (:

Oya, ketinggalan nih… Silahkan tinggalkan pesan, kritik, saran, atau tambahan. Mungkin ada yang menemukan cara lain yang lebih efektif, dishare aja di sini… :)

Semoga bermanfaat !!!

sumber : tsaqief.wordpress.com


Share:

Fanatisme Sistem Operasi

Kehidupan tanpa perbedaan sepertinya akan terasa hampa dan menjenuhkan, semua akan terlihat sama dan membosankan. Setidaknya itulah salah satu prinsip orang yang sangat menghargai adanya perbedaan, entah itu masalah warna kulit, agama, suku, pemikiran, atau apapun. Bahkan di jaman yang serba teknologi ini hal-hal seperti itu telah merambah ke salah satu bagian penting dari teknologi itu sendiri, yaitu sistem operasi komputer.


Di dunia saat ini terdapat banyak jenis dari sistem operasi komputer. Sistem Operasi secara garis besar di dunia ini ada 3:


Keluarga Microsoft Windows - yang antara lain terdiri dari Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows 7 (Seven) yang akan dirilis pada tahun 2009, dan Windows Orient yang akan dirilis pada tahun 2014)).
Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.
Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.4 (Tiger). Awal tahun 2007 diluncurkan versi 10.5 (Leopard).
Sedangkan komputer Mainframe, dan Super komputer menggunakan banyak sekali sistem operasi yang berbeda-beda, umumnya merupakan turunan dari sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh vendor seperti IBM AIX, HP/UX, dll.
Keberagaman OS seperti ini ternyata menimbulkan fanatisme sendiri terhadap masing2 penggunanya. Namun banyak juga yang ahli dalam multiple OS. OS yang paling banyak digunakan di dunia saat ini adalah Windows, sehingga tak heran jika para pengguna komputer desktop maupun portabel sangat akrab dengan cara2 penggunaan, tampilan dan pengoperasian OS tersebut. Bahkan para Linux-er pun hampir semua-muanya tahu pasti tentang bagaimana Windows itu sampai sedetail2nya.. (Setidaknya itu yang terjadi di lingkungan saya di kampus)
Yang akhir2 ini menjadi ‘perdebatan’ di kalangan OS-er adalah mengenai Open Source Operating System. Dimana kita ketahui bahwa yang namanya Windows itu sudah terkesan ‘mahal’ bagi para pengguna open source. Memang sih, harga OS dari Microsoft kalau yang asli sangat mahal. Terutama di negara kita yang daya beli masyarakat menengah ke bawahnya masih rendah (termasuk saya.. :D). Sehingga tawaran untuk penggunaan OS open source pun menjadi sesuatu yang menarik. Karena open source itu biasanya gratis, dan bisa menjadi pengganti OS yang mahal (meskipun saya terlanjur pakai Windows Vista asli).
Namun semua itu kembali ke masalah fanatisme, bagi para fanatik open source, mereka akan selalu setia sampai akhir hayat :p. Contoh2 fanatisme itu bisa dilihat dari forum2 yang membahas software ataupun OS, dimana ejek mengejek itu menjadi hal yang biasa. Misalnya Microsoft Windows itu sering disebut sebagai ‘machine killer’ karena sering berjalan lambat dan terkesan memaksa kemampuan hardware. Tak jarang nama Microsoft sendiri sering diplesetkan menjadi Microsh*t karena terlalu banyak bug didalamnya.
Namun bukan berarti Microsoft tak punya orang2 yang fanatik terhadapnya.
Lain halnya dengan Mac OS meskipun tidak gratis juga, tapi tidak terlalu ‘dibenci’ karena OS ini terbilang ‘konsekuen’. Konsekuen karena performa dan tampilan yang menarik, terkesan elegan dan bergengsi, dengan sedikit report terhadap bug yang ditemukan. Performa yang bagus disebabkan karena Apple biasanya menjual perangkat komputernya (baik notebook maupun komputer desktop) dengan spesifikasi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan OS. Sehingga harga notebook Apple pun dibandrol dengan harga yang cukup mahal, tapi harga yang mahal ini terbayar dengan kualitas yang diberikan.
Dan akhirnya untuk memilih OS mana yang sebaiknya kita pakai, sebaiknya memilih dengan bijak, tergantung kebutuhan dan budget. Jangan takut tidak bisa menggunakan, karena semua itu bisa dipelajari. Syukur2 bisa membuat OS sendiri :D. Kalo bisa buat OS sendiri kmudian terkenal kan lumayan…hehee

Sumber : http://ultimateffect.com/2009/02/fanatisme-sistem-operasi/
Share: