
detikcom
detikcom - Jumat, Februari 27
Sejak ditemukan kepala manusia tergantung di tanah kosong Perumahan Lembah Harapan, Lakarsantri warga masih diliputi rasa khawatir dan ketakutan.
Mereka seakan tak bisa melupakan peristiwa penemuan mayat yang kepalanya terpisah dari tubuhnya. Warga mengaku saat melintas di jalan umum yang berjarak 2 meter dari lokasi penemuan sering tercium aroma wangi dan bau amis.
Bahkan pengendara yang nekat melaju kencang melewati kawasan itu sering tersungkur dengan sendirinya. Padahal jalan yang menuju ke Perumahan Lembah Harapan itu tak ada polisi tidur atau lubang menganga.
Salah satu saksi yang beberapa kali menolong pengendara yang naas, Susilo (22) yang juga satpam perumahan mengaku heran dengan kejadian itu.
"Beberapa kali saya melihat pengendara motor yang ngebut, tiba-tiba motornya jatuh saat di depan tanah kosong area penemuan mayat," kata Susilo yang mengaku warga Wiyung kepada detiksurabaya.com saat ditemui di pos satpam, Jumat (27/2/009).
Susilo mengaku tidak tahu mengapa peristiwa itu bisa terjadi. Namun dirinya mengaku, kawasan area itu dikenal sunyi dan membuat bulu kuduk berdiri.
Hal senada juga diungkapkan oleh Lukman (20) yang juga satpam perumahan. Dia mengaku selama ini area lokasi penemuan mayat selalu gelap. Padahal tersedia lampu penerangan yang sehari-hari selalu menyala.
"Lampu di area itu aneh, kalau di sebelah-sebelahnya yang berjarak 20 meter itu menyala, tapi di area itu selalu padam. Padahal petugas teknisi seringkali membenahi lampu tersebut. Namun sayang, saat menjelang malam lampu sudah tidak menyala lagi," tegas Lukman.
Sementara salah satu warga Perumahan Lembah Harapan, Ny Mustiani Supardi (51) yang sehari-hari berjaga di counter ponsel pintu gerbang perumahan mengaku tidak seringkali mencium bau wangi dan amis.
"Ya siang atau malam, baunya memang kadang wangi atau amis. Tapi kalau sampai terlihat sesuatu, saya belum pernah," tandasnya.